Dampak AI pada Pekerjaan di Masa Depan?

Ali Putera

|

27 November, 2023

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

AI

Sumber : Kompas

Artificial Intelligence, atau dikenal dengan AI, adalah simulasi kecerdasan manusia yang dimasukkan ke dalam mesin atau program komputer agar memiliki cara berpikir seperti manusia. Kecerdasan buatan ini diciptakan untuk membuat teknologi yang mampu meniru aktivitas kognitif manusia. Aktivitas kognitif yang ditiru Artificial Intelligence, antara lain cara belajar (learning), mengoreksi diri (self correction), mengambil keputusan (decision making), dan melakukan penalaran (reasoning).

Cara kerja Artificial Intelligence adalah dengan mempelajari sumber pengetahuan atau data yang diinput oleh programmer. Data tersebut diidentifikasi, dianalisis pola dan hubungan antar data, kemudian menggunakan hasilnya untuk mengambil keputusan. Jadi, dengan cara kerja ini kemampuan Artificial Intelligence akan meningkat jika semakin banyak berlatih dengan big data.

Lantas, dengan cara berpikir Artificial Intelligence yang dibuat seperti manusia, bagaimana dampak teknologi ini pada pekerjaan di masa depan?

Sumber : Grid ID

Meningkatkan Kreativitas, Tetapi Keterampilan Menurun

Semua orang dapat mengakses ChatGPT, DALL-E 2, atau alat Artificial Intelligence lainnya dengan mudah untuk mengerjakan beberapa perintah. Hanya dalam waktu singkat Artificial Intelligence dapat membuat ringkasan teks, ilustrasi presentasi bisnis, proposal promosi pemasaran, ide tulisan untuk mengatasi writer block, hingga membuat kode komputer baru untuk melakukan fungsi tertentu.

Jawaban beragam yang diberikan Artificial Intelligence tentu membantu mematik kreativitas dalam mengeksekusi sebuah ide. Namun, sisi buruknya, Artificial Intelligence bisa membuat seseorang kehilangan keterampilan berpikir dan menulis jika terlalu banyak bergantung pada alat ini.

Berpotensi Plagiarisme, Bias, dan Tidak Akurat

Artificial Intelligence memang teknologi yang bagus untuk mengeksplorasi ide-ide yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Namun, teknologi kecerdasan buatan ini juga memiliki kelemahan, antara lain:

Artificial Intelligence sering kali menggunakan tulisan atau menjiplak karya orang lain untuk menjawab pertanyaan kamu.

  • Bias

Jawaban yang diberikan Artificial Intelligence terkadang bias data, sehingga sulit dipastikan apakah ini plagiarisme atau bukan.

  • Tidak Akurat

Beberapa informasi yang disajikan Artificial Intelligence terkadang tidak valid karena mengambil sumber data yang tidak up to date.

Jadi, untuk mengurangi ketiga potensi buruk di atas, perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut atas hasil-hasil yang diberikan Artificial Intelligence.

Lapangan Pekerjaan Baru Bermunculan

Kehadiran Artificial Intelligence akan membuat pekerjaan tertentu, seperti penulis hampir hilang. Namun, sisi baiknya, penulis yang kreatif dapat memanfaatkan kecerdasan buatan ini untuk membuat tulisan yang baik dengan mudah. Dengan demikian, produktivitas seorang penulis dapat meningkat secara luas.

Selain itu, keberadaan kecerdasan buatan juga memunculkan cara kerja baru, bahkan mengarah pada pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sebagai contoh, seseorang membutuhkan perintah yang spesifik untuk bisa menggunakan Artificial Intelligence. Jadi, kamu bisa membuka jasa AI Prompt Writer Profesional.

Meningkatkan Keamanan Kerja

Dalam sektor pekerjaan yang berbahaya, AI dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan kerja. Sebagai contoh, dalam sektor manufaktur. Untuk mengontrol mesin dan mencegah kecelakaan kerja, perusahaan dapat menggunakan Artificial Intelligence.

Di negara maju, teknologi Artificial Intelligence sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang. Negara-negara ini menciptakan robot Artificial Intelligence yang tidak hanya membantu pekerjaan manusia, tetapi juga melindungi manusia dari kondisi yang berbahaya.

Kecerdasan AI dan Manusia akan Bekerja Berdampingan

Mesin kecerdasan buatan mungkin lebih pintar dan lebih kreatif, namun tugas-tugas kognitif tetap membutuhkan campur tangan pemikiran manusia. Di beberapa sektor pekerjaan, Artificial Intelligence membutuhkan perintah manusia untuk menyelesaikan sebuah tugas, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, Artificial Intelligence dan manusia bisa bekerja berdampingan.

Berikut ini adalah beberapa bidang pekerjaan yang bisa berdampingan dengan Artificial Intelligence:

  • Kesehatan: Artificial Intelligence berguna untuk menyusun daftar resep dan pembacaan hasil X-ray yang telah dipersonalisasi.
  • Retail: konsumen bisa belanja dengan praktis dan mudah secara virtual melalui e-commerce.
  • ●      Manufaktur: pemilik usaha bisa memperkirakan beban kerja sekaligus menghitung ekspektasi permintaan karena Artificial Intelligence dapat menganalisis data Internet of Things dari pabrik selama proses manufaktur.
  • Perbankan: kecepatan, efektivitas, sekaligus ketepatan perhitungan manusia dalam sektor perbankan dapat ditingkatkan dan disempurnakan dengan Artificial Intelligence.
  • Sektor publik: kehadiran Artificial Intelligence akan membuat teknologi bernama smart city di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Dari dampak penggunaan AI di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi akan selalu membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan, asal digunakan dengan bijaksana. Jadi, jangan anggap teknologi Artificial Intelligence sebagai saingan, tapi cobalah untuk mengeksplore teknologi ini untuk mendukung pekerjaanmu!

Artikel Terkait

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Blog

THR Cuma Numpang Lewat? Ini Cara Jitu Persiapan THR Biar Gak Boncos!

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, dan satu hal yang paling dinantikan selain buka puasa bersama adalah THR (Tunjangan Hari Raya). Tapi jujur deh, sering gak sih merasa THR itu kayak “tamu” yang cuma mampir sebentar? Baru cair pagi, sorenya sudah habis buat checkout keranjang kuning atau bayar hutang paylater. Apa saja langkah- langkah yang harus kamu lakukan untuk persiapan THR?…

Baca:  Agile Organization: Adaptasi Cepat untuk Menghadapi Perubahan yang Dinamis
nusawork
|
31 January, 2026
Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Blog

Transformasi Kantor Hijau: Mengapa Digitalisasi dan Efisiensi Energi Adalah Kewajiban Bisnis Terkini

Di tahun 2026, wajah perkantoran telah berubah drastis. Jika beberapa tahun lalu gerakan tanpa kertas (paperless) dianggap sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kini kondisinya telah berbeda. Digitalisasi dan efisiensi energi untuk perkantoran telah bertransformasi menjadi kebutuhan regulasi yang mengikat bagi banyak sektor bisnis. Perusahaan yang lambat beradaptasi tidak hanya tertinggal dalam hal tren, tetapi juga berisiko…

Baca:  Perusahaan Lagi Rugi, Apakah Boleh Tidak Naikkan Gaji Karyawan?
nusawork
|
28 January, 2026
Strategi "Snowball" Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Blog

Strategi “Snowball” Warren Buffett: Membangun Kekayaan Melalui Konsistensi dan Kesederhanaan

Banyak orang memimpikan kekayaan instan, namun Warren Buffett, pria yang dijuluki sebagai “Oracle of Omaha”, membuktikan bahwa kekayaan sejati dibangun di atas pondasi kesabaran. Buffett tidak menjadi miliarder dalam semalam; faktanya, lebih dari 90% kekayaannya justru didapatkan setelah ia melewati usia 50 tahun. Kisah hidupnya adalah pengingat bagi kita semua bahwa strategi finansial Warren Buffett berfokus pada kekuatan waktu dan…

Baca:  Pentingnya Budaya Perusahaan yang Baik Untuk Employee Engagement
nusawork
|
24 January, 2026
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.