Etika Mengambil Cuti: Cara 'Handover' Tugas yang Benar agar Liburan Tenang

nusawork

|

21 January, 2026

Bagikan artikel ini

Icon Facebook

Icon Twitter

Etika Mengambil Cuti: Cara 'Handover' Tugas yang Benar agar Liburan Tenang

Siapa sih yang nggak pengen liburan tanpa dibayang-bayangi chat dari bos atau rekan kerja? Sering kali, niatnya mau healing, tapi realitanya malah tetap scrolling email karena ada tugas yang belum beres atau tim bingung nyari file. Masalahnya bukan di cutinya, tapi di proses handover tugas yang kurang rapi.

Mengambil cuti adalah hak setiap karyawan. Namun, agar kamu bisa log off dengan tenang dan rekan kerja nggak merasa ketiban beban, ada etika yang perlu dijalankan. Oleh karena itu, persiapan handover yang matang adalah kunci agar status "Away" kamu di Slack atau Teams nggak berubah jadi "Online" gara-gara hal darurat.

Berikut tips bagaimana etika cuti karyawan agar liburan tenang:

1. Infokan Jauh-Jauh Hari

Jangan jadi orang yang tiba-tiba hilang tanpa kabar. Maka dari itu, beri tahu atasan dan rekan tim terdekat minimal satu atau dua minggu sebelum cuti dimulai. Dengan memberi notifikasi lebih awal, tim punya waktu untuk menyesuaikan jadwal rapat atau deadline proyek. Ini juga menunjukkan bahwa kamu menghargai waktu dan ritme kerja mereka.

2. Buat Dokumen Handover yang 'Spoon-fed'

Jangan cuma kasih tahu secara lisan. Buatlah dokumen tertulis yang jelas—bisa di Google Docs, Notion, atau sesederhana poin-poin di email. Selain itu, pastikan kamu mencantumkan:

  • Status terakhir dari proyek yang sedang berjalan.
  • Lokasi penyimpanan file (sertakan link folder-nya langsung).
  • Kontak orang yang bisa dihubungi jika ada kendala spesifik. Pastikan instruksinya sangat jelas sehingga rekan kerjamu nggak perlu bertanya lagi kepadamu saat kamu sudah di pantai.

Baca:  Waspada Ancaman Siber: Apa Itu Malware, Dampaknya, dan Cara Menghindarinya

3. Selesaikan Tugas-Tugas yang 'Critical'

Jangan biarkan bom waktu meledak saat kamu sedang asyik liburan. Selanjutnya, prioritaskan untuk menyelesaikan tugas yang mendekati deadline atau yang tidak bisa dikerjakan oleh orang lain. Jika ada tugas yang memang harus ditunda, pastikan atasanmu sudah aware dan setuju. Menuntaskan tanggung jawab sebelum pergi akan membuat perasaanmu jauh lebih ringan.

4. Setting Auto-Reply dan Out of Office (OOO)

Fitur Auto-Reply bukan cuma formalitas, tapi batas suci. Singkatnya, pasang status OOO di email dan aplikasi chat kantor. Cantumkan tanggal kapan kamu akan kembali bekerja dan siapa yang harus dihubungi untuk urusan darurat. Dengan adanya batasan yang jelas, orang akan berpikir dua kali sebelum mengirimkan pesan yang sifatnya nggak mendesak.

Baca:  Managing Gen Z: Cara Membangun Loyalitas di Era 'Job Hopping'

5. Tegaskan Batas 'Urgency'

Sangat penting untuk menentukan apa yang dikategorikan sebagai "Darurat". Maka dari itu, sampaikan ke tim bahwa kamu hanya bisa dihubungi jika ada masalah yang benar-benar bisa bikin kantor "kebakaran". Di luar itu, semuanya bisa menunggu sampai kamu kembali. Ingat, kalau kamu selalu membalas chat saat cuti, orang akan terbiasa mengganggu waktu liburmu di kemudian hari.

Etika Cuti Karyawan Menghasilkan Cuti yang Berkualitas

Cuti yang berkualitas dimulai dari handover yang berkualitas pula. Dengan mempersiapkan segala sesuatunya secara detail dan profesional, kamu nggak hanya menjaga performa kerja, tapi juga menjaga kesehatan mentalmu. Work hard, holiday harder!

Baca:  Introvert di Kantor? Ini Cara Survive Tanpa Harus Jadi Si Paling Berisik

Apakah tim HR Anda kesulitan mengelola cuti karyawan secara rutin? Gunakan fitur Time Off ( Cuti ) Management dari Nusawork HRIS untuk mengatur cuti karyawan yang terintergrasi langsung dengan workgroup, data absensi dan sistem payroll perusahaan. Coba Gratis Sekarang.

Artikel Terkait

Introvert di Kantor? Ini Cara Survive Tanpa Harus Jadi Si Paling Berisik

Blog

Introvert di Kantor? Ini Cara Survive Tanpa Harus Jadi Si Paling Berisik

Siapa bilang jadi introvert di kantor itu beban? Seringkali ada anggapan kalau mau sukses kariernya, kita harus jadi orang yang paling berisik di ruang rapat. Padahal, buat kita yang social battery-nya cepat habis, komunikasi bukan soal seberapa banyak kita ngomong, tapi seberapa efektif pesan itu tersampaikan. Menjadi seorang introvert punya kelebihan sendiri, seperti kemampuan observasi yang tajam dan pendengar yang…

nusawork
|
19 January, 2026
Managing Gen Z: Cara Membangun Loyalitas di Era Job Hopping

Blog

Managing Gen Z: Cara Membangun Loyalitas di Era ‘Job Hopping’

Istilah job hopping atau hobi berpindah-pindah kerja sering kali melekat pada Generasi Z. Bagi para manajer dari generasi sebelumnya, fenomena ini mungkin terlihat seperti kurangnya komitmen. Namun, jika kita bedah lebih dalam, Gen Z sebenarnya bukan tidak setia; mereka hanya memiliki standar baru dalam mendefinisikan “tempat kerja yang ideal.” Sebagai pemimpin di era digital, tantangan kita bukan lagi sekadar memberi…

nusawork
|
15 January, 2026
Focus Mode On: Trik Anti-Distraksi Biar Jam Kerja Nggak Terbuang Sia-Sia

Blog

Focus Mode On: Trik Anti-Distraksi Biar Jam Kerja Nggak Terbuang Sia-Sia

Pernah nggak sih, kamu merasa baru duduk di meja kantor, buka laptop, eh tahu-tahu sudah jam makan siang? Padahal to-do list masih sepanjang antrean konser. Fenomena “waktu yang hilang” ini nyata banget, terutama saat tangan kita gatal pengen scrolling TikTok, balas chat di grup keluarga, atau malah keterusan push rank pas lagi jam istirahat. Cara manajemen waktu di kantor &…

nusawork
|
06 January, 2026
nusawork

Siap untuk kerja lebih produktif dengan Nusawork?

Optimalkan administrasi HR perusahaan Anda dan tingkatkan produktivitas karyawan dengan sistem HR terintegrasi.