PT Samudranayaka Grahaunggul (Sangu) Success Story
Proses Implementasi HRIS Nusawork yang Lancar dan Adaptif di PT Samudranayaka Grahaunggul (Sangu)
SSebagai perusahaan outsourcing dengan lebih dari 300 karyawan yang tersebar di berbagai lokasi kerja seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Balai Teknik Perkeretaapian, PT Samudranayaka Grahaunggul menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan administrasi HR. Sebelum menggunakan Nusawork HRIS, seluruh proses dilakukan secara manual menggunakan Excel dan dokumen fisik, yang lama-kelamaan menjadi hambatan utama dalam mendukung operasional bisnis yang cepat dan efisien.
Tantangan di Masa Manual
Sebelum digitalisasi, proses administrasi HR di PT Samudranayaka Grahaunggul berjalan dengan lambat dan sangat bergantung pada tenaga manusia. Pencatatan absensi, pengarsipan berkas karyawan outsourcing, serta monitoring aktivitas di lokasi klien menjadi pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga.
Selain itu, sistem manual yang tidak terstruktur menimbulkan risiko human error dan kecurangan, terutama karena kurangnya bukti akurat terkait waktu, tempat, dan titik lokasi kerja. Akibatnya, proses controlling dan pengambilan keputusan menjadi tidak real-time, dan tim HR harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk memastikan data tetap akurat.
Dampak Terhadap Efisiensi dan Produktivitas
Kondisi tersebut berdampak langsung pada efisiensi kerja perusahaan. Proses administrasi yang lambat menyebabkan beban kerja meningkat, pengajuan kekaryawanan tertunda, dan validasi data menjadi rumit. Bahkan, tidak jarang tim HR mengalami kesulitan ketika harus mengoreksi data absensi atau laporan kerja karena minimnya data yang valid.
Namun, setelah beralih ke sistem digital, seluruh proses administrasi kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit, dan kontroling dapat dilakukan secara jelas serta terstruktur dari jarak jauh.
Keputusan Beralih ke Nusawork HRIS
Menyadari pentingnya efisiensi dan keakuratan data, PT Samudranayaka Grahaunggul memutuskan untuk mengimplementasikan Nusawork HRIS.
Beberapa alasan utama yang melatarbelakangi keputusan tersebut adalah kemudahan penggunaan sistem, harga yang kompetitif, dukungan pelanggan yang responsif, serta rekomendasi positif dari pihak lain. Nusawork dipilih karena menawarkan solusi HR yang sederhana namun powerful, cocok untuk perusahaan dengan tenaga kerja lapangan dan sistem kerja multi-lokasi seperti PT Samudranayaka Grahaunggul.
Proses Implementasi dan Adaptasi
Implementasi Nusawork HRIS berjalan cukup lancar dari sisi teknis, berkat dukungan cepat dan komunikasi intens dari tim Nusawork.
Namun, tantangan terbesar muncul pada tahap user adoption, khususnya bagi karyawan yang belum terbiasa dengan sistem digital dan membutuhkan waktu adaptasi bertahap. Proses sosialisasi dan coaching dilakukan secara kombinasi antara daring dan luring, menyesuaikan dengan penyebaran lokasi kerja karyawan.
Secara keseluruhan, proses adaptasi penuh memakan waktu sekitar dua bulan, termasuk fase trial and error yang intensif.
Berkat pendampingan yang efektif, tim HR inti perusahaan dapat cepat beradaptasi dan beralih fokus dari administrasi manual ke pengelolaan data berbasis sistem. Kini, mereka lebih berperan dalam controlling strategis ketimbang sekadar urusan administratif.
Fitur yang Paling Bermanfaat
Setelah implementasi, tim HR paling sering menggunakan dan merasakan manfaat besar dari beberapa fitur utama Nusawork:
-
Sistem payroll terintegrasi
yang mempercepat proses perhitungan gaji.
-
Slip gaji digital
yang memudahkan distribusi tanpa dokumen fisik.
-
Modul absensi detail dan akurat,
termasuk fitur absensi offline.
-
Pengajuan cuti dan izin digital
yang dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
Kemudahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi seluruh karyawan, terutama karena aplikasi Nusawork tersedia di berbagai platform (Web, Android, dan iOS) dengan tampilan UI/UX yang sederhana dan mudah digunakan, bahkan oleh tenaga kerja senior.
Hasil dan Peningkatan Efisiensi
Sejak implementasi Nusawork HRIS, PT Samudranayaka Grahaunggul mencatat peningkatan efisiensi lebih dari 60%, terutama pada proses pengumpulan dan validasi data absensi dari seluruh cabang.
Kini, kesalahan pencatatan dapat langsung diketahui dan dikoreksi secara transparan, sehingga proses controlling menjadi lebih cepat, akurat, dan akuntabel.
Selain itu, digitalisasi juga meminimalisir potensi kecurangan serta memungkinkan HR fokus pada strategi pengembangan karyawan, bukan lagi tenggelam dalam tugas administratif.
Masukan untuk Pengembangan Nusawork HRIS
Meskipun hasilnya sangat positif, perusahaan juga memberikan masukan agar Nusawork terus berinovasi.
Salah satunya adalah pengembangan fitur penyimpanan filter atau sorting terakhir di platform website, agar ketika pengguna berpindah antar-halaman, sistem tidak kembali ke pengaturan default.
Selain itu, perusahaan berharap responsivitas dukungan teknis Nusawork dapat terus ditingkatkan agar setiap permintaan atau kendala klien dapat terselesaikan lebih cepat.