Kelemahan Payroll Manual yang Penting Diketahui HR

Di era digital seperti sekarang ini, segala kebutuhan dunia pekerjaan dipermudah dengan adanya sistem digital. Termasuk juga pendataan, operasional karyawan, salah satunya gaji yang dilakukan oleh tim HR.Untuk perusahaan berskala kecil, penggajian atau payroll berbasis manual sudah mencukupi kebutuhan. Namun, buat perusahaan dengan skala menengah, payroll manual justru memiliki kelemahan yang riskan dan malah merugikan pekerjaan. Apa saja kelemahan sistem payroll manual yang penting diketahui HR? Simak informasinya di sini!

Salah Perhitungan sampai Memakan Waktu Lama untuk Mengambil Data

Salary and Overtime, Binder data finance report business with graph analysis in office.

Payroll manual adalah sistem penggajian karyawan tanpa menggunakan perangkat lunak. Mungkin, buat pemilik usaha kecil, sistem payroll manual ini sudah cukup untuk mengerjakan operasional sehari-hari. Namun, ada banyak banyak kelemahan dari payroll manual yang membuat sistem ini riskan untuk diaplikasikan. 

1. Meningkatkan Risiko Terjadinya Kesalahan Perhitungan

Sistem penggajian membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Terutama bila karyawan banyak. Penghitungan manual hanya akan meningkatkan risiko terjadinya salah hitung ataupun salah memasukkan data. 

2. Tidak Ada Aturan yang Jelas

Sistem payroll manual akan membuat HR sulit untuk menegakkan aturan. Misalnya, ada denda keterlambatan untuk karyawan yang telat masuk kantor. Ketika sistemnya manual, akan lebih sulit untuk mengaplikasikan aturan ini dengan pertimbangan kasihan atau mungkin kedekatan. 

Berbeda bila sistemnya digital, dimana semua aturan sudah jelas, tinggal diberlakukan sesuai dengan aplikasi yang ada. Tidak ada lagi istilah kasihan atau pertemanan, karena semua data diatur secara digital.

3. Memakan Waktu Lama

Payroll manual akan memakan waktu lama dari segi perhitungan dan penyesuaian data. Belum lagi misalnya sebagai HR, Anda sedang mengerjakan hal lain yang butuh selesai hari itu juga. Bisa-bisa terjadi penundaan gaji karyawan dan kesalahan perhitungan lain, sehingga perlu dilakukan perhitungan ulang. Tentu saja ini dapat menghambat operasional dan sistem manajemen perusahaan.

4. Pelatihan Spesifik untuk Tim HR dan Lambatnya Evaluasi Data

Payroll manual membutuhkan penerapan pelatihan yang spesifik buat tim HR yang menangani penggajian. Ini termasuk juga undang-undang, peraturan kantor, dan lain sebagainya. Pastinya, karena sistem manual, membutuhkan evaluasi data yang lebih lambat, plus membutuhkan usaha untuk berkonsentrasi penuh.

Saatnya Beralih ke Sistem Aplikasi Payroll

Mengetahui kekurangan yang diperoleh dari sistem payroll manual, sudah saat Anda beralih ke sistem aplikasi payroll. Penggunaan aplikasi akan mempemudah sistem penggajian dan pendataan operasional perusahaan. 

Buat Anda yang saat ini sedang mencari sistem payroll untuk pengorganisasian perusahaan, Anda bisa menggunakan jasa Nusawork HR yang membuat sistem penggajian lebih mudah. Nusawork HR tidak hanya menghitung gaji karyawan, melainkan juga beberapa kemudahan berikut, yaitu:

  • Perhitungan payroll.
  • Perhitungan THR.
  • Penyesuaian PPH21.
  • Perhitungan BPJS.
  • Slip gaji.
  • Bukti potong pajak 1721-A1.

Dengan menggunakan Nusawok HR, Anda bisa mengatasi masalah pengelolaan gaji dan administratif karyawan yang biasa dialami saat menggunakan payroll secara manual.  Performasi absensi bisa terdata dengan baik dan meminimalkan human error yang kerap terjadi bila payroll dilakukan secara manual. Ini termasuk penjadwalan kerja, lembur, shift, pengelolaan cuti, serta dministrasi lainnya.

Tunggu apa lagi, gunakan Nusawork HR untuk mempermudah proses payroll dan urusan administratif lainnya. Tak hanya kemudahan buat departemen HR, penggunaan aplikasi Nusawork juga membantu departemen finance dalam melakukan pembukuan pekerjaan dan data keuangan masing-masing karyawan.

Nusawork, solusi praktis manajemen HR dan payroll di era digital. Cek informasi lengkap mengenai penyediaan jasanya di sini!

Bagikan artikel ini