Kurangi Tingkat Perputaran Karyawan di Perusahaan

Tingkat perputaran karyawan dikenal dengan istilah turnover. Turnover sendiri mengacu pada jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode tertentu. Ini termasuk mereka yang keluar secara sukarela (resign) atau yang dipecat atau diberhentikan (pergantian paksa).

Dampak Turnover (Perputaran karyawan) yang Terlalu Tinggi pada Perusahaan

Tingkat turnover yang terlalu tinggi bisa berdampak pada berbagai aspek dalam perusahaan. Apa saja?

  • Menyulitkan petugas HR dengan adanya proses rekrutmen baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan
  • Berkurangnya pendapatan karena perusahaan harus mengeluarkan biaya perekrutan, pelatihan hingga hilangnya produktivitas selama posisi yang kosong belum terisi
  • Menurunkan moral karyawan lain. Jika terlalu banyak karyawan yang keluar dan ada posisi kosong sementara perusahaan mencari pengganti, karyawan yang ada akan memiliki beban kerja tambahan. Mereka mungkin akan tertekan jika kondisi ini berlangsung terus-menerus
  • Menurunkan kualitas produk atau layanan yang dihasilkan perusahaan. Menurunnya produktivitas dan terlalu banyaknya gangguan dalam proses kerja secara langsung akan membuat kualitas produk yang dihasilkan akan menurun. Apalagi jika kemudian perusahaan berusaha menemukan pengganti dengan cepat padahal kemampuannya minim. Ini akan menyebabkan jumlah karyawan tidak berpengalaman akan meningkat dan jelas berpotensi menurunkan keuntungan bagi perusahaan.

Bagaimana Cara Menurunkan Angka Turnover di Perusahaan?

rekrutmen yang baik kurangi Perputaran karyawan

Lalu, hal apa yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan tingkat turnover perusahaan? Ada beberapa langkah yang dapat dicoba antara lain:

  • Prioritaskan strategi rekrutmen yang baik. Langkah pertama untuk menciptakan kultur kerja yang baik dengan tingkat turnover rendah adalah memastikan Anda merekrut karyawan yang tepat sesuai dengan job desc yang dibutuhkan. Buat deskripsi pekerjaan yang akurat dan perhatikan bagaimana proses rekrutmen dilakukan. Jika ada jumlah yang signifikan dari karyawan baru yang mengundurkan diri pasca training, mungkin sejak awal Anda salah memilih kandidat
  • Lakukan pelatihan pada karyawan baru. Setelah karyawan baru direkrut, mereka perlu dilatih untuk bisa bekerja sesuai SOP yang berlaku. Investasikan waktu dan sumber daya yang ada untuk memastikan semua karyawan baru mendapatkan pengenalan menyeluruh dan berikan dukungan terbaik. Jika mereka merasa dihargai sejak awal, rasa loyalitas akan tumbuh dalam diri mereka dan otomatis ini bisa membantu menurunkan tingkat turnover yang membahayakan.

Selain beberapa cara di atas, sistem pengelolaan sumber daya manusia yang diterapkan di perusahaan juga turut berpengaruh pada tingkat turnover. Implementasi sistem HRIS sebagai pengganti cara konvensional adalah salah satu contohnya.

Sistem HR digital ini akan memudahkan kerja HRD mulai dari proses perekrutan hingga penggajian otomatis yang minim error. Bagi karyawan, adanya sistem HR digital akan memudahkan mereka dalam mengajukan cuti, lembur dan melakukan presensi. Sistem yang lebih praktis ini secara langsung berdampak pada kepuasan karyawan dan meningkatkan retensi.

Nusawork dari Nusanet merupakan solusi HR dan Payroll Management praktis yang akan memudahkan Anda dengan alur kerja serta fungsi dasar HRD. Ini tidak hanya akan menghemat waktu dan biaya, tapi juga menurunkan risiko turnover yang terlalu tinggi. Daftar demo sekarang juga!

Bagikan artikel ini